Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa menjelaskan:
saudaraku yg kumuliakan,
mengenai mereka itu sungguh berada
dalam kemungkaran yg nyata,
siapapula yg mengeluarkan larangan
membaca Alqur'an di malam jumat..?,
boleh Yaasiin atau boleh apapun dari
ayat ALqur'an,
mereka mengatakan tak boleh ada
dalil pengkhususan suatu ibadah
disuatu hariatau waktu, darimana
hukum ini muncul..?, hanya ada pada
orang bodoh yg tak mengetti hadits,
mereka itu tak tahu hadits, hanya
tahu menukil nukil lalu mengatakan
sesat pada orang lain..,
berikut riwayat shahih mengenai
diperbolehkannya mengada ada kan
suatu amal tanpa diperintah oleh
Rasul saw :
diriwayatkan bahwa Imam Masjid
Quba menambahi bacaan surat Al
Ikhlas setelah fatihah, ia selalu
selesai fatihah ia membaca surat Al
Ikhlas dulu, baru surat lainnya, maka
ia telah menyamakan fatihah dengan
surat Al Ikhlas, ia membuat surat al
ikhlas mesti ada pada setiap
rakaatnya.
bukankah hal ini tak pernah diajarkan
oleh Rasul saw..?
maka makmumnya protes, dan ia
tetap bersikeras, maka ia dilaporkan
pada Rasul saw, maka Rasul saw
memanggilnya, dan menanyakan apa
sebab perbuatannya itu..?
maka Imam Masjid Quba itu berkata :
aku mencintai surat al ikhlas, maka
aku tak mau melepasnya pada setiap
rakaat.
maka Rasul saw menjawab : Cintamu
pada surat al ikhlas akan
membuatmu masuk sorga! (Shahih
Bukhari Bab Adzan).
berkata AlHafidh Al Imam Ibn Hajar
ALAsqalaniy dalam kitabnya Fathul
Baari Bisyarah shahih Bukhari
mensyarahkan makna hadits ini
beliau berkata : "pada riwayat ini
menjadi dalil diperbolehkannya
mengkhususkan sebagian surat
Alqur'an dengan keinginan diri
padanya, dan memperbanyaknya dg
kemauan sendiri, dan tidak bisa
dikatakan bahwa perbuatan itu telah
mengucilkan surat lainnya" (Fathul
Baari Bisyarah Shahih Bukhari Juz 3
hal 150 Bab Adzan.
jelaslah sudah kebodohan akan ilmu
hadits, bahwa Rasul saw tak pernah
melarang seseorang mengkhususkan
ALqur'an atau lainnya dari beragam
ibadah untuk dibaca disuatu waktu
atau tempat, bahkan jika hal itu
karena cintanya pada ibadah itu
maka itu akane membuatnya masuk
sorga, demikian kabar gembira dari
Rasulullah saw.
Sabda Rasulullah saw : Sebesar
besar kejahatan muslimin pada
muslimin lainnnya adalah yg bertanya
tentang sesuatu yg tak diharamkan,
menjadi diharamkan Karena sebab
pertanyaannya" (Shahih Muslim)
Demikian saudaraku yg kumuliakan,
semoga sukses dg segala cita cita,
semoga dalam kebahagiaan selalu,
Wallahu a'lam
Rabu, 12 Februari 2014
Yasinan Malam Jum'at Haditsnya Palsu
Khidhir as masih hidup
Al Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa menjelaskan:
saudaraku yg kumuliakan,
Jumhur Muhadditsin (pendapat
sebagian besar para ahli hadits)
mengatakan demikian, nabi Khidir
masih hidup dan akan terus hidup
hingga hari dajjal kelak, anda dapat
merujuk Shahih Muslim hadits
no.2938, hadits yg menjelaskan
tentang Dajjal yg tak bisa menembus
Madinah, lalu keluarlah seseorang
dari sebaik baik manusia, seraya
berkata : Aku bersaksi kau sungguh
sungguh Dajjal yg dikatakan
Rasulullah saw pada kita!, lalu
berkatalah Dajjal : Bila kubunuh
orang ini lalu kuhidupkan kembali
apakah kalian masih mengeluh?,
mereka menjawab : tidak. maka dajjal
membunuhnya lalu menghidupkannya
kembali, lalu berkatalah lelaki itu :
aku makin yakin bahwa kau lah
dajjal!, maka dajjal ingin
membunuhnya lagi namun dajjal tak
mampu", berkata Abu Ishaq, lelaki itu
adalah Khidir as. (shahih Muslim
hadits no.2938).
berkata Al Muhaddits Al Hafidh Imam
Nawawi : "Jumhur Ulama mengatakan
bahwa ia masih hidup sebagaimana
dijelaskan dalam hadits
keutamaannya, dan mengenai
kehidupan Khidhir ini adalah kabar
shahih" (Syarh Imam Nawawi ala
shahih Muslim Juz 16 hal 90 dan
Juz 18 hal 72)
tentunya kita telah mendengar riwayat
masyhur dan shahih bahwa para Nabi
berjumpa dengan Nabi Muhammad
saw sebelum beliau mi'raj kelangit.
juga dijelaskan bahwa datanglah
seorang lelaki asing melawat Rasul
saw saat Rasul saw wafat, maka
berkata Abubakar shiddiq ra dan Ali
bin Abi Thalib ra bahwa lelaki itu
adalah Saudara Rasulullah saw yaitu
Khidhir as (Mustadrak ala shahihain
hadits no.4392). juga pada Tafsir Ibn
Katsir Juz 1 hal 436)
Nabi Khidir as tak teriwayatkan
menikah dan tak pula teriwayatkan
mempunyai keturunan
Demikian saudaraku yg kumuliakan,
semoga sukses dg segala cita cita,
semoga dalam kebahagiaan selalu,
Wallahu a'lam
PETASAN KEMBANG API PADA ACARA MAULID
Habibana Munzir berkata:
saudaraku yg kumuliakan,
saya sudah menghimbau hal itu,
namun tetap saja para pemuda
senang melakukannya, saya terus
terang saja kurang suka, namun
untuk kegembiraan maka hal itu
diperbolehkan oleh Rasul saw,
riwayat bahwa Rasul saw melihat
orang orang afrika main bola di
masjid Nabawiy, maka para sahabat
marah, maka Rasul saw berkata :
"Biarkan mereka, ini adalah hari Ied"
dan Rasul saw duduk menonton
perbuatan mereka dengan senang.
(Shahih Bukhari).
riwayat lain ketika Abubakar shiddiq
ra marah melihat dua orang wanita
menghibur Aisyah ra dengan alat
musik Mizmar dan syair, Abubakar ra
berkata : "apakah alat musik syetan
dihadapan Rasulullah..?!!", maka
Rasul saw keluar dari dalam selimut
karena aedari tadi beliau berselubung
selimut, seraya bersabda : "Biarkan
mereka wahai Abubakar, ini adalah
Ied kita", padahal hari itu bukan hari
Iedul Adha atau Iedul fitri, tapi hari
Mina (Shahih Bukhari),
maka jelaslah sudah segala bentuk
kegembiraan, bahkan main bola yg
jelas jelas adat Yahudi dan Narani,
malah Rasul saw
memperbolehkannya dimainkan d
Masjid pula, dan Rasul saw malah
menonton dan asyik tersenyum,
menunjukkan selama kegembiraan yg
berkaitan dengan syiar islam maka
tak apa.
demikian pula saat acara pernikahan,
acara haji, acara maulid dll.
ini dari segi hukum..
namun dari segi pribadi saya, saya
kurang suka, ribut, dan baunya
menusuk dada, apalagi saya yg
punya sakit asma, tapi saya tahan
saja karena mereka sedang asyik
begitu, kasihan juga jika dikerasi dan
dilarang, mereka habiskan uang tuk
gembira dalam maksiat, maka lebih
baik habiskan uang tuk gembira
dalam panggung ibadah.
namun tetap hati kecil saya kalau
disuruh memilih maka lebih baik yg
lain lah, daripada petasan.
dan ternyata saat kedatangan Guru
Mulia kita ALhafidh Al Musnid
ALhabib Umar bin Hafidh, beliau
disambut dengan kembang api, kita
tahu bahwa beliau ini sudah
mencapai derajat Pakar hadits yaitu
Alhafidh (hafal lebih dari 100 ribu
hadits dg sanad dan hukum
matannya).
saya perhatikan apakah beliau
cemberut dan marah atau
bagaimana..?, klarena jika mungkar
maka beliau tak akan diam, karena
saya adalah murid beliau, pasti akan
ditegur, namun ternyata beliau
senyum cerah, bahkan sempat berdiri
menonton sejenak sambil tersenyum
gembira melihat kembang api itu
sebelum masuk ke masjid.
saya pun tahu bahwa senyum beliau
itu adalah ingin membuat para
pemuda itu makin senang, karena
mereka berbuat itu demi menyambut
beliau, namun jika disuruh memilih,
pastilah beliau pun memilih tak perlu
pakai yg demikian itu.
Demikian saudaraku yg kumuliakan,
semoga sukses dg segala cita cita,
semoga dalam kebahagiaan selalu,
Wallahu a'lam
Tanda Hitam Pada Dahi
Habibana Munzir menjelaskan :
Saudaraku yg kumuliakan,
mengenai tanda di dahi itu bisa saja
bekas sujud, bisa pula bekas lainnya,
seperti orang budha bahkan bisa
sampai enam tanda di dahinya,
Tidak pernah ada riwayat bahwa
Rasul saw berbekas hitam didahinya,
namun ada riwayat bahwa para
sahabat ada yg berbekas seperti itu,
Tetapi ada firman Allah swt :
“Muhammad adalah utusan Allah,
dan yg beriman bersamanya tegas
terhadap orang kafir dan berlemah
lembut sesama mereka, kalian lihat
mereka ruku dan sujud untuk mencari
anugerah dan keridhoan Allah, tanda
mereka adalah bekas sujud di wajah
mereka..” (QS AL Fath 29).
Nah.. sebagian saudara saudara kita
mengira bahwa yg dimaksud tanda
bekas sujud itu adalah bekas hitam
itu, maka mereka membentur2kan
kepalanya dg keras saat sujud agar
dahinya bertanda hitam..
betapa mereka tak mengerti
makna ayat itu, padahal yg dimaksud adalah cahaya sujud yg terbersit di wajah, yaitu tanda sujud yg terus menerangi wajah mereka hingga di barzakh dan dihari kiamat,
Kalau yg dimaksud adalah tanda
hitam itu maka bila telah dikubur
maka tubuh membusuk maka sirnalah tanda itu, dan tak pernah
teriwayatkan bahwa Nabi saw
memiliki tanda itu.
Lalu bagaimana dg Budha yg
memiliki juga tanda itu?, tak payah
bersujud namun cukup menandainya, tentunya bukan itu yang dimaksud, tapi cahaya sujud yg terlihat di wajah mukminin,
demikian saudaraku yg kumuliakan,
semoga dalam kebahagiaan selalu,
wallahu a'lam
Selasa, 11 Februari 2014
Kalam Habibana Munzir tentang hari Valentine
Al Habib Munzir bin Fuad Al
Musawa beliau berkata :
saudara saudariku yang
ku muliakan...
hari raya umat non muslim ini
tidak pantas dirayakan muslimin....
dosa besar bagi yang turut
merayakannya, saya akan coba
menulis artikel khusus untuk hari
valentine ini!
kesimpulannya, bukan berati
muslim yang merayakan valentine itu kafir, namun hal itu merupakan dosa dan penghinaan terhadap islam, dan menunjukkan lemahnya iman dan ketidak berdayaannya muslim tersebut dalam memuliakan
agamanya. karena didalam islam hari kasih sayang bukan sekali setahun, tapi setiap detik kita berkasih sayang pada seluruh makhluk Nya SWT, dan Nabi kita Muhammad SAW adalah Nabi yang berkasih sayang pada kita,
maka apalah artinya kasih sayang
sekejap antara dua orang kekasih,
sedangkan kasih sayang antara kita
dalam islam adalah kekal dan abadi,
hingga kita menghadap اَللّهُ SWT
kelak. !
Semoga bermanfaat Sahabat Fillah({})
Kamis, 06 Februari 2014
Qosidah gubahan Habib Umar bin Hafidz untuk Habib Munzir Al-Musawa
Sya’ir yang digubah oleh Guru Mulia
Al-Habib Umar bin Muhammad bin
Salim bin Hafidz, untuk Guru kita
yang senantiasa ada didalam hati
kita, yaitu Habibana Munzir bin Fuad
Al-Musawwa
ﻭ ﻗﻀﻴﺖ ﻧﺤﺒﻚ ﻣﻮﻓﻴﺎ ﺑﺎﻟﻌﻬﺪ ﻭﻣﺆﺩﻳﺎ ﺣﻖ
ﺍﻟﻮﻻ ﻭﺍﻟﻮﺩ
ﺗﺸﺘﺎﻕ ﻗﺮﺏ ﺍﻟﺮﺏ ﺗﻘﺼﺪ ﻭﺟﻬﻪ ﻣﺘﺪﺭﻋﺎ ﻓﯽ
ﺷﮑﺮﻩ ﺑﺎﻟﺤﻤﺪ
Wa qodloita nahbaka mûfiyân bil
‘ahdi wa mu-addiyân haqqol walâ
wal widdi tasytâqu qurbar-robbi
taqshidu wajhahu mutadarri’ân fî
syukrihî bilhamdi
Engkau lalui seluruh hidupmu dengan
menunaikan janjimu Kepada
Tuhanmu, Menjalankan hak cinta dan
rindumu, engkau merindukan
kedekatan dengan Tuhanmu, engkau
menempuh jalan mencapai ridho
Tuhan mu dengan penuh syukur
kepada Nya,
ﺗﺪﻋﻮ ﻋﺒﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﯼ ﺍﻭﻻﻙ ﻣﻨﺰﻟﺔ ﺳﻤﺖ
ﻋﻦ ﺣﺪ
ﻭﻗﺪﺍﺭﺗﻀﺎﻙ ﻣﺒﻠﻐﺎ ﻭﻣﺒﺸﺮﺍ ﺑﻞ ﻣﻨﺬﺭﺍ ﺑﻮﺍﻋﺪﻩ
ﻭﺍﻟﻮﻋﺪ
ﻭﻫﺪﯼ ﺑﻚ ﺍﻟﺤﻖ ﺍﻟﮕﺮﻳﻢ ﺧﻼﺋﻘﺎ ﻋﺎﺩﻭﺍ ﺇﻟﯽ
ﺍﻟﺘﻘﺮﻳﺐ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺒﻌﺪ
Tad’û ‘ibâdallâhi lillâhilladzî aulâka
manzilatan samat ‘an haddin wa
qodirtadlôka muballighôn wa
mubasysyirôn bal mundzirôn
biwâ’idihi wal wa’di
Wa hadâ bikal haqqol karîmi kholâ-
iqôn ‘âdû ilât-taqrîbi ba’dal bu’di
Tuhan mu memilihmu sebagai
penyambung lidah, penyambung
seruan Sang Nabi pembawa kabar
gembira dan peringatan Tuhanmu,
dengan Ketulusanmu
Tuhan yang Maha dermawan
menebar Hidayah Nya kepada
sekalian hambanya hingga mereka
kembali mengenal Tuhan mereka,
ﮔﻢ ﻣﻦ ﻏﻔﻮﻝ ﻟﻸﻭﺍﻣﺮ ﺗﺎﺭﻙ ﺻﺎﺭ ﻣﻨﻴﺒﺎ ﻋﺎﺑﺪﺍ
ﺑﺎﻟﺠﺪ
kam min ghofûlin lil awâmiri târikin
shôro munîbân ‘âbidân bil jiddi
Betapa banyak manusia lalai akan
perintah Tuhannya dan denganmu
lah mereka menjadi hamba yang
Muniib dan senantiasa kembali
kepada Tuhannya
ﮔﻢ ﻣﻦ ﺟﻬﻮﻝ ﮔﺎﺳﻴﺎ ﻟﻤﺄﺛﻢ ﺗﺎﺏ ﻭﻋﺎﺩ
ﻣﺸﻤﺮﺍ ﺫﺍ ﺟﻬﺪ
ﺗﻠﺞ ﺍﻟﻘﻠﻮﺏ ﻣﻮﺍﻋﻈﺎ ﺗﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﻗﻠﺒﻚ ﺗﻤﻸﻫﺎ
ﺑﻨﻮﺭ ﺍﻟﺮﺷﺪ
Kam min jahûlin kâsiyân lima-âtsimin
tâba wa ‘âda musyammirôn dzâ
juhdin talijul qulûba mawâ’idhôn
takhruju min qolbika tamla-ahâ bi
nûrir-rusydi
Betapa banyak pendusta yang
dengan ketulusanmu lah mereka
bertaubat dengan kesungguhan,
Seruanmu menembus hati, Seruanmu
menembus Hati.. Tiada lain karena
seruan keluar dari lubuk hati
terdalam
ﺗﺬﮐﺮ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺮﺵ ﻓﯽ ﺟﻤﻌﻴﺔ ﺑﻤﺤﻤﺪ ﺳﻴﺪ
ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻤﺠﺪ
ﻭﺍﻓﻴﺖ ﺭﺑﻊ ﺍﻟﻘﻮﻡ ﺃﻋﻼﻡ ﺍﻟﻬﺪﯼ ﻓﯽ ﺍﻟﺒﻠﺪﺓ
ﺍﻟﻔﻨﺎ ﺩﺍﺭ ﺍﻟﺴﻌﺪ
Tadzkuru Robbal ‘arsyi fî jam’iyyatin
bi Muhammadin sayyidi ahlil majdi
wâfaita rob’al qoumi a’lâmal hudâ
fîlbaldatil fanâ dâros-su’di
Engkau mengingat Tuhan mu dengan
hati terbungkus cinta kepada
Muhammad Pemimpin Teragung,
Dahulu engkau datang ke tanah
leluhur, Para pembawa hidayah di
bumi Tarim Ghanna, Tanah
kebahagiaan.
ﻭﻧﻬﻠﺖ ﻣﻦ ﺑﺤﺮ ﺍﻟﮑﺮﺍﻡ ﻣﮕﺎﺭﻣﺎ ﻣﻨﺬ ﺍﻟﺒﺪﺍﻳﺔ
ﮐﻨﺖ ﻋﺎﻟﯽ ﺍﻟﻘﺼﺪ
ﻣﺠﺘﻬﺪﺍ ﻭﻣﺸﻤﺮﺍ ﻣﻨﺘﻬﺠﺎ ﺩﺭﺏ ﺍﻟﺘﻘﯽ
ﻭﺍﻟﺼﺪﻕ ﺻﺎﻓﯽ ﺍﻟﻮﺩ
Wa nahalta min bahril kirômi
makârimâ mndzul bidâyati kunta ‘âlîl
qoshdi mujtahidân wa musyammirôn
muntahijân darbat-tuqô washshidqi
shôfal widdi
Engkau menikmati hidangan, engkau
menikmati hidangan mereka para
Aulia manusia-manusia mulia dari
sejak awal engkau bercita-cita tinggi.
Dengan kesungguhan, kegigihan,
engkau tempuh jalan Taqwa dengan
tulus cinta.. dengan kesungguhan,
Kegigihan, engkau tempuh jalan
Taqwa dengan tulus cinta
ﻭﺣﻮﻳﺖ ﺳﺮﺍ ﻣﻊ ﻋﻠﻢ ﻧﺎﻓﻊ ﻓﯽ ﻭﺟﻬﺔ ﺗﺴﻤﻮ
ﺑﺤﻔﻆ ﺍﻟﻌﻬﺪ
ﻭﮐﺴﻴﺖ ﺧﻠﻌﺔ ﻣﻨﺔ ﻭﺭﻋﺎﻳﺔ ﻓﯽ ﻧﻌﻢ ﺗﺘﺮﯼ
ﺳﻤﺖ ﻋﻦ ﻋﺪ
Wa hawaita sirrôn ma’a ‘ilmin nâfi’in
fî wajhatin tasmû bihifdhil ‘ahdi wa
kusîta khil’ata minnatin wa ri’âyatin
fî ni’amin tatrô samat ‘an ‘addi
Engkau meraih rahasia-rahasia
Tuhan mu dan ilmu yang bermanfaat,
dan engkau terus naik menuju jalan
yang tinggi dengan menjalankan
menunaikan janjimu kepada Tuhan
mu. Tuhanmu memberikan kepadamu
pakaian Anugerah Nya, perhatian
didalam kenikmatan yang tidak
terhitung dengan jumlah apapun
ﻭﻭﻫﺒﺖ ﺣﺒﺎ ﻟﻺﻟﻪ ﻭﻋﺒﺪﻩ ﺧﻴﺮ ﺍﻟﺒﺮﻳﺔ ﺃﺻﻞ
ﮐﻞ ﺍﻟﺴﻌﺪ
ﻭﺗﻌﻠﻘﺎ ﺑﺎﻷﮐﺮﻣﻴﻦ ﺍﻷﺻﻔﻴﺎ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻼ ﻣﻦ ﮐﻞ
ﻫﺎﺩ ﻣﻬﺪﻱ
Wa wuhibta hubbân lil ilâhi wa
‘abdahu khoiril bariyyati ashla kullis-
sa’di wa ta’alluqôn bil akromînal
ashfiyâ ahlil ‘ulâ min kulli hâdin
mahdî
Tuhanmu mengkaruniakan cinta
kepada Nya, dan kepada kekasih-Nya
Sebaik-baiknya Hamba, sumber
segala kebahagiaan Yaitu Nabi
Muhammad Shollallahu ‘alaihi
wasallam, Tuhanmu
menganugerahkan kpd mu hubungan
erat dengan manusia-manusia mulia,
Manusia-manusia pilihan, Orang-
orang yang tinggi derajat mereka
daripada para pembawa hidayah di
alam semesta ini
ﻭﻣﮕﺎﺭﻣﺎ ﻭﻣﻮﺍﻫﺒﺎ ﻭﻣﻨﺎﻗﺒﺎ ﻣﻦ ﻓﻀﻞ ﺭﺑﻚ
ﻣﺴﺘﺤﻖ ﺍﻟﺤﻤﺪ
ﻭﺗﺄﺩﺑﺎ ﻭﺗﺨﻠﻘﺎ ﻭﺗﺬﻭﻗﺎ ﻓﯽ ﻃﻠﺐ ﺍﻟﻘﺮﺏ
ﻭﺃﻋﻠﯽ ﺍﻟﻤﺠﺪ
Wa makârimân wa mawâhibân wa
manâqibân min fadl-li robbika
mustahiqqil hamdi wa ta-addubân wa
takholluqôn wa tadzawwuqôn fî
tholabil qurbi wa a’lâl majdi
Engkau patut mendapat pujian karena
kemuliaanmu, karena anugerah yang
tuhan berikan kepadamu, dan karena
sifat-sifat luhur mu yang begitu
agung. Budi pekertimu.. Akhlak mu..
Cita rasa mu..
ﻭﻗﺒﺴﺖ ﻣﻦ ﻧﻮﺭ ﺍﻟﻬﺪﺍﺓ ﺍﻷﺗﻘﻴﺎﺀ ﻣﺎﺻﺮﺕ
ﺗﺮﺷﺪ ﻟﻸﻧﺎﻡ ﻭﺗﻬﺪﯼ
ﻭﺃﺻﻠﺖ ﺟﻬﺪﺍ ﻓﯽ ﺳﺒﻴﻞ ﻣﺤﻤﺪ ﺗﺪﻋﻮ ﺇﻟﯽ
ﺍﻟﻤﻮﻟﯽ ﺑﺼﺪﻕ ﺍﻟﻘﺼﺪ
Wa qobasta min nûril hudâtil atqiyâ,
mâshirta tursyidu lil anâmi wa tahdî
wa asholta juhdân fî sabîli
Muhammadin tad’û ilâl maulâ
bishidqil qoshdi
Ketika engkau berusaha untuk meraih
kedekatan dan puncak harapan mu,
engkau telah mengambil bagian yang
besar dari cahaya yang bersumber
dari mereka para pembawa hidayah
orang-orang yang bertakwa,
sehingga engakau menjadi seperti
mereka memberikan hidayah kepada
alam semesta.
Tiada henti engkau habiskan
hidupmu menempuh jalan kekasihmu
Muhammad Shollallahu ‘alaihi
wasallam, dan engkau mengajak
manusia ke jalan Tuhanmu dengan
Shidiq dan kesungguhan kepada
Allah
ﺣﺘﯽ ﺇﺫﺍ ﺣﺎﻥ ﺍﻟﻠﻘﺎﺀ ﺑﺮﺑﻚ ﺍﻷﻋﻠﯽ ﻭﺻﻔﻮﺗﻪ
ﺳﺮﺍﺝ ﺍﻟﺮﺷﺪ
ﻟﺒﻴﺖ ﺩﻋﻮﺗﻪ ﻭﻓﺪﺕ ﺭﺣﺎﺑﻪ ﻓﺎﻟﻠﻪ ﻳﻠﺤﻘﮑﻢ
ﺑﺨﻴﺮ ﺍﻟﻮﻓﺪ
Hattâ idzâ hânalliqô-u birobbikal a’lâ
wa shofwatihi sirôjur-rusydi labbaita
da’watahu wafadta rihâbahu faAllâhu
yulhiqukum bikhoiril wafdi
Hingga ketika tiba saat perjumpaan
dengan Tuhanmu, Ketika tiba saat
perjumpaan dengan Tuhan mu dan
Kekasih Nya Nabi Muhammad
Shollallahu ‘alaihi wasallam, engkau
dengan cepat menjawab panggilan
tersebut, hingga engkau datang
menghadap kpd Nya, maka sungguh
semoga Tuhanmu menempatkan mu
di Kursi tertinggi
ﻓﯽ ﻣﻘﻌﺪ ﺍﻟﺼﺪﻕ ﺍﻟﺬﯼ ﻗﺪ ﺃﺷﺮﻗﺖ ﺃﻧﻮﺍﺭﻩ
ﺣﻘﺎ ﺑﺴﺮ ﺍﻟﻌﻨﺪ
ﺃﻋﻠﯽ ﺍﻟﮕﺮﻳﻢ ﺇﻟﻬﻨﺎ ﺩﺭﺟﺎﺗﮑﻢ ﻓﯽ ﺟﻨﺔ
ﺍﻟﻔﺮﺩﻭﺱ ﺩﺍﺭ ﺍﻟﺨﻠﺪ
Fî maq’adish-shidqilladzî qod
asyroqot anwâruhu haqqôn bisirril
‘indi a’lâl karîmi ilâhunâ darojâtukum
fîjannatil firdausi dâril khuldi
Di kursi Shidiq dan kesungguhan
yang tempatnya adalah di sisi Tuhan
mu yang terbit cahaya yang terang
benderang ditempat itu dari kepada
Tuhanmu, semoga Tuhanmu yang
Maha dermawan mengangkat derajat
mu di Surga Firdaus, surga yang
penuh dengan kenikmatan, Surga
keabadian,
ﺃﺧﻠﻘﮑﻢ ﻓﯽ ﺃﻫﻠﮑﻢ ﻭﺃﻭﻻﺩﮐﻢ ﺑﺎﻟﺨﻴﺮ ﻳﺜﺒﺘﻬﻢ
ﺑﺨﻴﺮ ﺍﻟﻮﻟﺪ
ﻳﺠﻌﻠﻬﻢ ﺑﺎﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺍﻷﺻﻔﻴﺎﺀ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻤﻌﺎﺭﻑ
ﻭﺍﻟﺘﻘﯽ ﻭﺍﻟﺰﻫﺪ
Akhlaqkumu fî ahlikum wa aulâdikum
bil khoiri yutsbituhum bikhoiril wildi
yaj’alhumu bil’ulamâ-il ashfiyâ-i ahlil
ma’ârifi wattuqô wazzuhdi
dan semoga Tuhanmu menebar
keberkahan dan kebaikan kepada
keluarga dan anak-anak yang engkau
tinggalkan sehingga mereka menjadi
sebaik-baiknya penerus setelah
kepergianmu.
Dan semoga Tuhan mu menjadikan
mereka para Ulama, orang-orang
pilihan Allah, Orang-orang yang
mengenal kepadanya dan bertakwa
serta Zuhud kepada Nya.
ﻭﻳﻘﺮ ﺃﻋﻨﻴﮑﻢ ﺑﻬﻢ ﻭﻳﺰﻳﺪﻫﻢ ﻣﻦ ﻓﻀﻠﻪ ﻣﻨﻨﺎ
ﺳﻤﺖ ﻋﻦ ﺣﺪ
ﻭﺃﻗﺮ ﻋﻴﻦ ﻭﺍﻟﺪﺗﮑﻢ ﺑﺎﻟﺮﺿﯽ ﻭﻋﻈﻴﻢ ﺃﺟﺮ
ﻓﯽ ﮔﺮﻳﻢ ﺍﻟﻮﺩ
Wa yuqirru a’naikum bihim wa
yazîduhum min fadl-lihî minanân
samat ‘an haddin wa aqorro ‘aina
wâlidatikum birridlô wa ‘adhîmi ajrin
fî karîmil widdi
Dan semoga Allah membahagiakan
engkau dengan mereka anak dan
keturunan mu dan memberikan mu
Anugerah yang tiada batasnya, Dan
semoga Allah membahagiakan ibu
mu dengan keridhoan dan pahala
yang besar serta kecintaan daripada
Tuhanmu
ﻭﺟﻤﻴﻊ ﻣﻦ ﻭﺍﻻﮐﻢ ﻳﮑﺴﻮﻫﻢ ﺑﺮﺩﺓ ﺗﻮﻓﻴﻖ
ﻟﻨﻬﺞ ﺍﻟﺮﺷﺪ
ﻭﻣﺠﺎﻟﻤﺲ ﻭﻣﺄﺛﺮ ﺧﻠﻔﺘﻬﺎ ﺗﺒﻘﯽ ﺩﻭﺍﻣﺎ ﻓﯽ
ﻋﻄﺎﺀ ﻣﺠﺪﯼ
Wa jamî’i man wâlâkum yaksûhum
burdata taufîqin linahjir-rusydi wa
majâlisin wa ma-âtsirin khollaftahâ
tabqô dawâmân fî ‘athô-i majdî
dan memberikan Anugerah kepada
setiap Orang yang mencintai mu dan
memberikan kepada mereka Taufiq
untuk menempuh jalan yang diridhoi
oleh Tuhanmu,
Majelis, peninggalan-peninggalan
yang indah yang engkau tinggalkan
untuk kami akan senantiasa terus
berlanjut dibawah Anugerah dan
karunia Allah yang tiada hentinya
ﻭﻋﻠﯽ ﺣﺒﻴﺐ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻓﻀﻞ ﻣﺮﺳﻞ ﺃﺯﮔﯽ ﺻﻼﺓ
ﻣﺎﻟﻬﺎ ﻣﻦ ﺣﺪ
ﻭﺍﻷﻝ ﻣﻊ ﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﻋﻠﻴﮑﻢ ﻭﺍﻟﻘﻄﺐ
ﻭﺍﻷﺑﺪﺍﻝ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻤﺠﺪ
Wa ‘alâ habîbillâhi afdloli mursalin
azkâ sholâtin mâ lahâ min haddin
wal ãli ma’a ash-hâbihi wa ‘alaikum
wal quthbi wal abdâli ahlil majdi
Semoga Allah Ta’ala mencurahkan
Sholawat serta salamnya kepada
kekasih Allah Ta’ala sebaik-baik
Utusan, Sholawat yang tiada
hentinya. Dan semoga tercurah
Sholawat serta salam kepada
keluarga dan Para Sahabatnya dan
kepada engkau secara khusus
(Sayyid Munzir), dan kepada
pemimpin Para Aulia serta orang-
orang yang mulia disisi Allah…
Menjaga Lisan
"Salamatul Insan Fi Hifdzil Lisan",
sungguh selamatnya seseorang
adalah ketika dia sanggup menjaga
lisannya dari menyakiti orang lain
Ketika seseorang menghina orang
lain maka sudah pasti di hatinya
timbul tinggi hati, merasa lebih baik
dari yang di hina yang dengan itu
akan mendatangkan dosa
Jika seseorang menuduh orang lain
berdasarkan prasangkanya atas suatu
aib/maksiat dan terbukti benar maka
dia mendapat dosa atas
perbuatannya menuduh, namun jika
tidak terbukti (fitnah) maka dia
mendapat dosa memfitnah juga
mendapat dosa karena ghibah, dan
orang yang tertuduh tadi jika benar
melakukan aib/maksiat yang
dituduhkan maka di neraka nanti
berada di tingkat atas sesuai dengan
kadar maksiatnya sedangkan nasib
orang yang menuduh tadi berada di
tingkat neraka yang paling bawah
disebabkan berlipat gandanya dosa
yang ia perbuat, maka ketahuilah
bahwasanya lisan terkadang lebih
tajam daripada tebasan pedang
(catatan Adab Sulukul Murid)